Cara mengisi Lubang di Hati – Isilah hatimu dengan kebenaran dan jadilah orang yang bermanfaat

Cara mengisi lubang di hati

Lubang di Hati – Kualitas hidup kita ditentukan oleh kebaikan hati, ditegakkan oleh ketulusan hati dan digerakkan oleh harapan. Kita tidak dapat hidup tanpa kebaikan hati karena kebiasaan inilah yang mendamaikan hati. Hidup terasa berat apabila kita melaluinya tanpa ketulusan. Hidup terasa hampa jika kita tidak memiliki harapan untuk masa depan.

Lubang di hati erat kaitannya dengan kompleksitas kebutuhan. Terdapat empat pilar utama kebutuhan manusia, yaitu kebutuhan materi, relasi, sosial dan spiritual dimana semuanya ini memuaskan secara emosional. Kebutuhan materi hanya sebatas sandang, papan dan pangan. Ada juga yang disebut dengan kebutuhan sosial dimana ini diperoleh dari interaksi sosial dan penghargaan sosial (pujian, pengakuan, dan lain-lain). Kebutuhan spiritual ini sangat kompleks dan banyak pemahaman yang di lontarkan tentang kebutuhan ini. Kebutuhan spiritual pada hakekatnya bisa berdiri sendiri tanpa harus bergantung pada hal yang lainnya. Keempat kebutuhan ini pada akhirnya akan memuaskan hati secara emosional. Kepuasan inilah yang membawa kita dalam kelegaan dan kedamaian yang sifatnya kadang sesaat dan ada juga yang terus-menerus.

Diagam kebutuhan indra dan hati manusia

Kebutuhan materi dan kebutuhan sosial hanya berkutat dibagian luar sebatas indra saja. Sedangkan kebutuhan spiritual adalah makanan hati. Sadarilah teman bahwa hidup kita di dunia ini tidak bisa dipisahkan dari keyakinan. Kepercayaan kita terhadap Yang Maha Kuasa adalah tanda bahwa kita diciptakan dan direncanakan, tidak muncul begitu saja dan bukan merupakan bagian dari evolusi (teori charles darwin) alam semesta.Gambar, 

Tuhan adalah kebenaran itu sendiri. Saat kita berkata dan bertindak yang benar maka saat itu pulalah kita mengundang Yang Maha Kuasa datang dalam keseharian ini. Jadi teman, pegang dan tekunilah kebenaran yang anda yakini maka ia akan memuaskan hatimu. Kebutuhan spritual yang terpenuhi adalah tanda hati yang terpuaskan. Sehingga sekecil apapun bahkan serendah apapun materi dan kehormatan sosial yang kita miliki dalam kebenaran, tetap dapat membuat kita bersyukur dan bersukacita. Hal-hal yang benar selain mendatangkan keuntungan bagi diri sendiri dan juga manfaat bagi orang lain.

Baca juga, antara kebenaran dan materi

Lubang di hati memang tidak terlihat tapi sangat penting perannya saat kita memaknai hidup. Keinginan dalam hati, kepuasan hati, kekuatan hati dan kelemahan yang dapat menjatuhkan terletak dalam lubang hati ini. Oleh karena itu isilah dengan hal-hal yang hidup dan sejati. Berikut penjelasannya :

Mengisi lubang di Hati dengan materi (harta, kekayaan, kemilau perhiasan)

Materi dapat memberi kesenangan sesaat tapi tidak selalu. Ada suatu titik yang namanya kebosanan dimana materi menjadi memuakkan. Terlebih lagi karena materi tidak bisa merespon manusia karena berupa benda mati. Oleh karena itu, kemampuan materi tidak dapat menutupi lubang di hati dengan sempurna. Materi tidak dapat mengisi lubang di hati karena tidak hidup dan tidak dapat mengerti tentang apapun juga.

Sehebat apapun kita mencari materi, tidak lebih dari sepiring nasi, tiga kali sehari bisa kita makan sehari. Segetol apapun kita menggunakan materi, toh nanti gak dibawa mati. Oleh karena itu materi memiliki keterbatasan ruang yang tidak ideal jika dijadikan indikator tunggal kepuasan hati.

Resiko materi sebagai lubang dihati : materialistis, menghalalkan segala cara untuk memperoleh materi, mendewakan materi, hidup dikendalikan oleh materi, mudah tersinggung jika kekurangan materi, bisa memggila bahkan bunuh diri karena kehilangan materi.

Mengisi lubang di hati dengan kehormatan – pengakuan – jabatan – pangkat

Kehormatan adalah kepuasan secara sosial. Kehormatan sangat tidak ideal untuk mengisi lubang di hati karena manusia kental dengan kekhilafan terutama dimasa pradewasa (remaja).

Apalagi kedudukan di masyarakat rata-rata dapat dicapai kebanyakan orang setelah lewat pertengahan umur manusia (> 30 Tahun) dimana sifatnya hanya sementara (ada jangka waktunya).

Ada ketidakpastian dalam kepuasan sosial karena penghargaan orang terhadap diri ini berbeda-beda : orang yang satu menghargai dan orang yang lain merendahkan bahkan menghina.

Resiko mengisi lubang di hati dengan kehormatan : gila horomat, menghalalkan segala cara untuk terhormat, melakukan tindakan-tindakan hiper yang memberi kesan negatif untuk populer, hidup dikendalikan oleh pekerjaan, mudah tersinggung saat orang lain kurang memberi hormat, menggila dan bunuh diri karena kehilangan kehormatan.

Mengisi lubang di hati dengan relasi sesama manusia (keluarga, pasangan hidup, kekasih, sahabat)

Hubungan baik dengan sesama memang dapat membuat hari-hari kita lebih menyenangkan. Kehadiran mereka yang penuh pengertian membuat hidup ini terasa lebih ringan.

Cinta dari manusia memang indah yang membuat setiap insan yang terlibat terpukau dalam asmara yang dalam. Tapi sayang, tidak selalu doi mengerti, mendukung dan hadir dalam hidup ini karena diapun hanya manusia biasa yang dibatasi oleh ruang dan waktu.

Sesama manusia memang bisa membantu kita menyelesaikan masalah yang kita hadapi sehari-hari. Akan tetapi setiap orang punya kepribadian yang berbeda-beda dimana konsistensinya tidak selalu sama. Terlebih lagi sikap mmanusia sangat dipengaruhi oleh kepentingan yang berbeda-beda. Oleh karena itu ketepatannya tidak 100%. Sesama tidak bisa menyelesaikan semua masalah karena ada masalah yang bersifat pribadi dan penyelesaianya bersifat tertutup.

Resiko lubang di hati yang diisi oleh manusia : siap-siap kecewa karena sehebat apapun manusia pasti punya kekurangan oleh karena kelemahan tersebut sesama manusia tidak dapat sepenuhya mengerti diri ini, hidup dikendalikan oleh orang lain, mudah tersulut emosi ketika cinta tidak berbalas, mudah galau ketika cinta tidak sesuai harapan, gila bahkan beresiko bunuh diri karena kehillangan (keluarga, cinta)

Mengisi lubang di hati dengan sesuatu yang tidak bisa dilihat tetapi dipercaya dapat mengubah kehidupan menjadi lebih baik – Tuhan

Berinteraksi dengan Sang Khalik membuat kita lebih memahami arti hidup ini. Seperti menyelami diri sendiri dan mengenali apa-apa saja yang menjadi kelemahan, kelebihan, kesalahan dan kebutuhan yang sifatnya kekal.

Saat kita bisa melihat hakekat sesungguhnya dari kehadiran manusia ditengah-tengah dunia yang fana ini. Saat kita mengerti peran utama diri ini untuk mendatangkan kebaikan bagi orang lain. Saat kita gentar ditengah ramainya tawa & canda. Saat kita menyaksikan hal-hal yang tidak mungkin menjadi mungkin. Saat itulah kita menyadari masih ada Tuhan.

Konsekuensi saat kita memiliki Tuhan dalam hati ini, tidak merasa kesepian dalam kesendirian, menerima kebaikan sebagai ajakan untuk melakukan kebaikan yang lain, mengikhlaskan keburukan sebagai ujian untuk menjadi lebih baik, memandang penderitaan sebagai jalan menuju sorga yang kekal, kesombongan (cara mengatasinya! – klik) adalah batu sandungan yang paling sering dan paling kuat menjatuhkan orang-orang yang ber-Tuhan.

Pilihan Utama dan Terutama

Apa kebutuhan kita yang utama? Apa kebutuhan yang “cocok” dan “pas” untuk mengisi lubang di hati? Secara logika “lubang di hati” tidak dapat dideskripsikan baik ukuran maupun bentuknya. Oleh karena itu mengisinya dengan sesuatu yang berbentuk dan memiliki wujud adalah sesuatu yang mustahil.

Perumpamaan

Jika microsoft menghasilkan operating system yang memiliki “black hole” dalam sistemnya maka mudah sekali merusak sistem aplikasi ini lewat “virus” yang dikirimkan menuju ke “black hole” tersebut. Untuk menutupi “black hole” ini dibutuhkan upgrade system yang sifatnya terus menerus yang hanya disediakan oleh pabrik pembuatnya, yaitu microsoft sendiri.

Materi memberi kepuasan yang terbatas

Lubang di hati berbubungan dengan kepuasan emosional yang dibutuhkan terus-menerus (tak terbatas) selama kita hidup. Sebanyak apapun materi yang dapat kita peroleh sehari-hari namun semuanya itu tidak bisa terus menerus memuaskan hasrat kita : ada masanya dimana kita tidak dapat memperoleh materi lagi dan ada titik kebosanan dimana materi tidak bisa memuaskan lagi.

Kebenaran memberi kepuasan yang tidak terbatas

Ingatlah bahwa Tuhan dan kebenaran itu tidak dapat dipisahkan. Jika percaya bahwasanya Dia ada maka kita akan melakukan segala perintah-Nya. Firman menjadi pelita sekaligus sebagai petunjuk kehidupan kita. Dengan melakukan hal-hal yang benar maka hal itu sama saja dengan “kita telah mengundang Tuhan dalam keseharian ini sehingga Ia yang hebat itu akan menguatkan dan menghibur kita melewati dunia yang penuh sesak”. Mari hadirkan Tuhan dalam setiap detik yang anda jalani dengan bertekun dalam kebenaran di bumi ini.

Kehormatan dan cinta dari dunia ini terbatas

Sebaik apapun kita berusaha agar terpandang dan terhormat akan tetapi ini tidak dapat memuaskan hati kita terus menerus karena manusia dilahirkan berbeda satu sama lain, ada yang menghormati dan ada pula yang menghina.

Sehebat apapun kita memperjuangkan cinta dari sesama manusia. Suatu saat kita mengerti, dimana ada pertemuan disitu ada perpisahan. Sesama kita terbatas dalam mengertikan kita dimana mereka juga dibatasi oleh kepentingannya sendiri-sendiri.

Refleksi

Sadar atau tidak! Ada Seseorang yang selalu  ingin berada di sisi kita. Ia selalu merencanakan kebaikan dalam kehidupan kita. Jalan-jalan-Nya memang tidak selalu mulus bahkan kadang terjal dan berbatu-batu. Akan tetapi Ia selalu bisa membahagiakan kita dan membuat kita mampu menikmati hari-hari yang tersulit sekalipun hanya dalam satu dua kata saja, yaitu : “bersyukur” dan “berserah” pada kehendak-Nya dimana hari lepas hari kita selalu dibaharui oleh firman-Nya.

Siapa bilang kita tidak butuh materi, kehormatan dan cinta! Semuanya ini penting dalam hidup kita. Namun berikanlah tempat pertama yang terbaik kepada Yang Terutama maka yang lain-lainnya itu akan mendekati anda dengan sendirinya sesuai dengan porsi yang diijinkan-Nya.

Sebab ingatl bahwa dimana ada Tuhan maka disitu dilakukan kebenaran. Dimana  ada yang benar maka disitulah kita sadar/ tidak sadar telah menjadi pribadi yang bermanfaat bagi orang lain. Perjuangkan itu teman…..!

Jangan isi lobang di hati dengan hal-hal yang sementara dan tidak sempurna. Tapi isilah dengan sesuatu yang hidup, dinamis dan tidak terbatas oleh ruang dan waktu. Maka teman akan menikmati kedamaian dalam rasa bersyukur hari lepas hari.

Demikian saja teman. Terimakasih

Iklan

9 comments

  1. […] Manusia dengan segala keterbatasannya memaksa untuk memuaskan diri dengan kedagingannya yang fana niscaya ia tidak akan pernah puas. Jika keinginan kita terus dipuaskan maka bumi ini akan turut hancur berantakan untuk memenuhi semuanya itu. Sekalipun demikian kita masih saja belum merasa puas. Oleh karena itu puaskan hatimu dengan kebaikan dan dekatlah dengan Penciptamu. Sebab dialah yang menciptakan lubang yang hampa itu dihatimu maka Dia jugalah yang dapat mengisinya dan memuaskanmu. Seterusnya, Cara mengisi lubang dihati […]

    Suka

  2. […] Di dalam dunia ini tidak ada yang dapat membuat kita kepenuhan selain dari kebenaran. Ada lubang di dalam hati ini yang selalu bisa membuat hidup terasa hampa. Ingatlah bahwa nafas kita dari Allah. Bukankah Dia adalah benar adanya? Itu jugalah yang menuntut kita untuk berbuat yang benar. Kebenaranlah yang mengisi kekosongan dalam lubang di hati ini. Dengan melakukan segala sesuatu yang nilainya benar, hari-hari kita lebih terisi dan segala sesuatu dilakukan dengan tenang dan tetap ada sukacita. Selengkapnya, Cara melengkapi lubang di hati […]

    Suka

Mohon Kritik & Saran, ini hanya blog pribadi tanpa editor

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s