10 Cara Menjawab Permainan Komunikasi yang Dipermainkan

Cara menjawab permainan komunikasi kata-kata yang dipermainkan

Permainan Komunikasi – Komunikasi adalah kebutuhan primer. Tanpa tutur kata hidup kita terasa penat dan penuh “mau tumpah rasanya! tapi tidak dapat!”. Oleh karena itu, tetap alirkan komunikasi positif kepada orang yang tepat agar hidup lebih berarti.

Ada-ada saja masalah yang kita hadapi dalam dunia yang fana ini. Kata-kata kita menjadi alat untuk melemahkan dan menjatuhkan diri ini. Sekalipun kita sudah “positif banget” tetapi masih ada juga yang mampu melemahkan bahkan merendahkan kita lewat kata-kata yang terucap dari bibi ini. “Mulutmu Harimaumu!” pernyataan ini cukup untuk menjelaskan bahwa kata-kata yang terucap dan terbuang kemana-kemana berpotensi melemahkan orang lain bahkan bisa saja menjadi bumerang yang menyerang balik diri ini.

Cara menjawab permainan komunikasi

Itulah hidup kawan! penuh perjuangan dan pengorbanan agar kita menjadi dewasa dan lebih positif hari demi hari. Tetap pegang prinsip “long life education” agar hari demi hari terus dibaharui menjadi lebih luwes. Berikut ini beberapa cara menanggapi komunikasi yang suka main-main:


Stage one

Us : Tolong ambil botolnya….
Xx : Ha….
Us : …. [Gak dijawab]
Ini cara paling Klasik menjawab komunikasi yang suka main-main


Stage two

Us : Ini hari apa ya?
Xx : aaaa….
Us : Ha [nada suaranya ditekan dan lebih tinggi satu oktaf]
Ini cara paling menantang untuk menjawab tutur kata yang dipermainkan


Stage three

Us : Tolong ambil tasnya teman….
Xx : Ha….
Us : Tas itu….
<atau> ambil tas….
<atau> Tas yang disana lho….
Ini cara paling tegas dimana kita menjelaskan inti pembicaraan (bagian akhirnya).


Stage four

Us : Pagi ini kita sarapan apa?
Xx : aaaa….
Us : ikan atau telur?
<yang lain>

Us : Malam minggu ini kita mau kemana?
Xx : aaaa….
Us : Kepantai kaliki atau kepantai bunda?
<yang lain>

Us : Sekarang, mau beli apa lagi?
Xx : Ha….
Us : Ayo pulang….
<yang lain>

Us : Kita main ke taman yuk….
Xx : Ha….
Us : Kami duluan ya….
Ini cara “terus lanjutkan” dimana kita tidak peduli apa yang orang lain katakan tapi kita terus melanjutkan ke pertanyaan/pernyataan selanjutnya.


Stage five

Us : Tolong hidupkan TV-nya kawan….
Xx : Ha….
Us : …. [Tanpa menunggu lama hidupkan sendiri TV-nya]
Ini cara “loe ogah, gue kagak beli” dimana kita menegaskan bahwa kalau gak mau (ya sudahlah….), saya sendiri juga bisa kok.


Stage six

Us : Tulisan ini bagus lho…. Isinya sangat puitis.
Xx : aaaa….
Us : …. (tunggu beberapa detik, 5 atau 10 detik), baru kemudaian jawab lagi….
Us : Tulisan ini bagus dan isinya sangat puitis.
Ini cara komunikasi yang “saling uji kesabaran”


Stage seven

Us : Lihat…. Hari ini “Medan Mall” diskon!
Xx : Ha….
Us : “Medan Mall diskon”
Xx : aaaa….
Us : Itu-tuh…. “Medan Mall diskon” [Tegas sambil suara diperlambat]
Xx : Ha….
Us : …. [Cuekin aja bray….]
Ini namanya sengaja, cuekin aja biar ngerti sendiri.


Stage eight

Us : Langsung peluk aja dia!
Xx : aaaa….
Us : …. [lakukan bahasa tubuh seolah-olah anda memeluk sesuatu…]
<yang lain>

Us : Ambilkan saya gunting diatas meja itu lah….
Xx : Ha….
Us : …. [lakukan bahasa tubuh seolah-olah anda menunjuk gunting tersebut untuk dibawa kepada anda]
Ini tipe komunikasi yang disamarkan dan diubah menjadi body language (bahasa tubuh)


Stage nine

[Kronologi situasi tidak mendukung dan lagi jelek-jeleknya – kita jadi tertekan lagi dan lagi]
Us : Apa yang kita lakukan sekarang?
Xx : Ha….
Us : Sekarang kita mau ngapain?
Xx : aaaa….
Us : Kita ke taman aja ya….
Xx : …. [dicuekin dan terus pergi – santai aja kawan]
Ini permainan komunikasi yang membutuhkan lebih banyak kesabaran dan kekuatan hati.


Stage ten

Us : Hari ini, saya mau kepasar.
Xx : aaaa….
Us : Hari ini, saya mau kepasar. [Tatap matanya]
Xx : Ha….
Us : Hari ini, saya mau kepasar. [Tatap matanya – pelankan suara]
Xx : aaaa….
Us : Hari ini, saya mau kepasar. [Tatap matanya – pelankan suara + senyum sedikit]
Xx : …. [Malu sendiri jadinya]
Ini baru konsisten namanya, menunjukkan tingkat kedewasaan yang matang


Sesungguhnya komunikasi yang dipermainkan itu banyak macamnya. Contoh dan teknik diatas hanya beberapa saja. Selanjutnya bisa anda kembangkan sendiri dan padukan beberapa teknik menjadi satu. Sesuaikan teknik yang anda gunakan dengan sikon (sikon) dan usia lawan bicara.

Cara terbaik menanggapinya

Pada dasarnya jawaban yang variatif dan komunikatif lebih cerdas akan tetapi jawaban yang konsisten dan berkelanjutan menunjukkan tingkat kematangan berkomunikasi dan kedewasaan.

Singkatnya:
Jika kita benar mengapa harus takut
Tetap sabar dan kuatkan hati

Hadapi dengan Santai karena yang salah selalu tertekan
Keep cool & calm down

Seperti kata pepatah “Allah bisa karena biasa“. Saat baru pertama mengalami hal ini mungkin anda gugup dan tidak sanggup untuk menahan emosi terhadap orang tersebut. Kami harap anda tidak membiarkan emosi dilampiaskan dengan cara-cara kasar. Sebab amarah yang berlebihan tidak ada faedahnya.

Selengkapnya, Cara cepat menghilangkan amarah

Lama kelamaan, pasti terbiasa juga. Jawablah dengan santai seperti tidak terjadi apa-apa. Tidak perlu merasa hina sebab ini hanyalah permainan kehidupan yang dapat dimaklumi dengan pikiran yang tenang dan damai.

Baca juga, Cara mengatasi pribadi pengganggu

.

Wacana permainan komunikasi untuk anak-anak kuat dan sabar

Komunikasi yang dipermainkan akan membentuk anak untuk menjadi lebih sabar dalam menjalani hari-hari yang penuh dengan aktivitas “menunggu”. Selalu perhatikan dampaknya pada anak, jika dia makin benci dan makin jengkel sama orang tuanya itu berarti salah menempatkan permainan ini atau waktu komunikasi yang salah. Permainan komunikasi sama sekali tidak cocok untuk :
– Anak yang cacat mental
– Anak yang introvert (latih anak memiliki sikap terbuka).

Syarat sebelum melakukan permainan tutur kata :
* Pastikan orang tua selalu “dekat dihati” sang anak
* Kondisikan anak selalu merasa disayangi oleh ortunya
* Pastikan anak selalu terbuka saat diajak komunikasi oleh ortu

Harap diingat lagi bahwa ujian tutur kata termasuk yang sangat sederhana dibandingkan dengan berbagai ujian kehidupan lainnya. Jika anda mampu melewati tahapan ini dengan tetap menjaga lisan secara konsisten dan tetap positif tanpa ada unsur kebencian dan balas dendam apalagi amarah didalamnya berarti anda telah berhasil mengendalikan emosi negatif yang syarat dengan kebinatangan. Emosional yang tidak terkendali seperti inilah yang hendak dimurnikan lewat pencobaan yang dihadapi dan mendorong diri ini untuk terus berpaut kepada Tuhan.

Simak teman, Cara mengantisipasi masalah komunikasi

Demikian saja. Terimakasih

Iklan

2 comments

Mohon Kritik & Saran, ini hanya blog pribadi tanpa editor: Anda mengoreksi tulisan ini artinya lebih cerdas dari kami, Selamat!

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s