9 Alasan Mengapa Komunikasi Lebih Nikmat Daripada Seks

Salah satu manfaat komunikasi adalah ia lebih nikmat daripada seks

Komunikasi – Hidup diduniaini jelas tidak sederhana, banyak hal kompleks yang kita hadapi dan harus siap dengan antisipasi sebelum hal itu datang. Demikian juga dengan keinginan dan hasrat yang kita miliki harus dialirkan pada hal-hal yang positif. Kita manusia, mempunyai keinginan yang berbeda satu-sama lain namun semuanya pasti ingin senang dan ujung-ujungnya bahagia. Oleh karena itu, alangkah baiknya jika rasa senang itu kita raih dengan cara yang halal agar hati selalu damai dan ujung-ujungnya bahagia bukkan ketakutan atau penyesalan.

Komunikasi adalah salah satu kunci hidup bahagia. Setiap orang perlu menguasai tutur kata yang tepat dengan orang yang tepat. Oleh karena tutur kata yang terucap dapat menyalurkan sugesti-sugesti positif kedalam pikiran yang berpotensi mempengaruhi pola pikir dan sikap kita dimasa yang akan datang. Kenyamanan dalam berkata-kata juga mutlak kita perlukan agar kita bisa menkmati setiap kata-kata yang keluar dari bibir ini, bukannya malah menjadi gelisah dan takut. Tutur kata yang menyebabkan kegelisahan seperti ketika memfitnah orang atau menuduh orang lain yang bukan-bukan. Kata-kata yang merendahkan orang lain cenderung membuat hidup kita tidak nyaman baik sekarang maupun dimasa yang akan datang.

Masalah yang sering timbul saat berkomunikasi

Komunikasi yang canggung itu biasa terjadi karena kesalahpahaman atau bias pengertian. Ini adalah tantangan dalam berkomunikasi. Memilih berdiam diri karena khilaf dan menyesal lalu berhenti berkomunikasi karena kurang mendapat tanggapan dari orang lain adalah prinsip yang salah karena tutur kata selalu dibutuhkan sepanjang kehidupan kita. Kesalahan dalam tutur kata harus kita terima dengan lapang dada agar tidak terjadi trauma dalah pikiran yang membuat diri ini cenderug membatasi kata-kata bahkan menutup diri. Apa saja masalah dalam komunikasi? Berikut penjelasannya:

  1. Salah pengertian, ditanya A dijawab B
  2. Penyampaian tertunda, tidak ada kesempatan atau kesempatan terbatas sehingga maksud hati tertahan di kerongkongan.
  3. Tidak berbalas, dipanggil tidak menyahut.
  4. Komunikasi yang dipermainkan (cara menanganinya – klik).
  5. Tajamnya kata-kata, ejekan, bullyng, fitnah dan kata-kata kotor lainnya.
  6. Informasi yang disampaikan salah.

Oleh karena itu, slek dalam komunikasi harus diterima dengan lapang dada dan jangan menyerah, belajarlah dari pengalaman dan terus membina tutur kata yang baik dengan orang yang tepat.


Komunikasi lebih indah ketimbang seks

Jika kita masih lajang, tinggalkan ketergantungan terhadap pornografi dan free seks karena tutur kata lebih indah ketimbang hubungan seks, mengapa? Berikut alasannya:

  1. Ide ini pertama kali saya dengar dari seorang tetangga yang baru married. Ia mengatakan “Komunikasi sehari-hari yang ia lakukan dengan pasangan lebih membahagiakan dari pada hubungan diatas ranjang“. Saya menanggapinya dingin namun akhir-akhir ini saya mulai mengerti banyak tentang fenomena ini.
  2. Seks itu diawal-awal buat ketagihan, tidak kenal sikon (situasi dan kondisi) : gak dilakukan hati gelisah. Sedangkan komunikasi itu bebas ikatan, ada waktu untuk diam dan menyendiri, ada waktu untuk cuap-cuap dan bersosialisasi, semuanya tergantung situasi dan kondisi.
  3. Seks itu enaknya cuma beberapa menit sedangkan komunikasi nyamannya bisa berlama-lama bahkan sampai berjam-jam, tergantung waktu yang kita sediakan untuk melakukannya.
  4. Seks itu begitu-gitu aja, kalau gak dari depan dari belakang, kalau gak dari kiri dari kanan. Sedangkan komunikasi itu sangat variatif : Saat diranjang (yang pasutri), saat dijalan, saat berkendara, saat ditempat kerja, saat belanja dan lain-lain.
  5. Seks itu terikat, otomatis tanpa ikatan bakal membuat kita gemetaran dan ketakutan melakukannya. Sedang komunikasi itu dapat kita lakukan dengan siapapun asal kita menemukan orang yang tepat.
  6. Seks itu melelahkan sedangkan komunikasi itu ringan dan luwes. Temukan moment bersama dan berkomunikasilah dengan orang-orang disana sehingga kedekatanpun semakin erat terjalin.
  7. Seks menuntut kita untuk aktif jika hendak menginginkannya. Sedangkan komunikasi bisa dinikmati satu arah misalnya: menjadi pendengar yang baik, radio, televisi, menulis, membaca dan sebagainya.
  8. Seks itu yang dinikmati cuma bagian luarnya saja, entah dia boong, entah dia sandiwara, “siapa yang tahu?”. Sedangkan komunikasi itu luas dan dalam. Kita bisa menilai tingkat kejujuran seseorang bahkan membaca kepribadiannya lewat kata-kata yang diumbarnya.
  9. Seks itu kesenangan minimalis yang unik dan spesial bagi pasutri akan tetapi dengan komunikasi kita bisa belajar banyak dan mengetahui lebih dari apa yang dapat kita rasakan dan dapat kita pikirkan sebelumnya.

Ditangan seorang yang terbiasa, komunikasi adalah kunci pintu ke hati setiap orang. Dengan berkomunikasi kita bisa mengenal kepribadian seseorang.


Bagaimana membuat komunikasi menjadi indah?

Tutur kata yang terucap tidak langsung indah. Ada ketentuannya agar komunikasi yang kita bina dengan orang lain bisa membuat bahagia. Berikut syarat dan ketentuan yang berlaku untuk komunikasi yang lebih indah :

  1. Kejujuran adalah dasar komunikasi seiati.

    Sekalipun kenyataan membuat kita saling diam-diaman tapi pada akhirnya hubungan yang retak itu akan “terpatri” kembali oleh kejujuran.

  2. Ketulusan/ keikhlasan.

    Sadar atau tidak setiap manusia punya kekurangan yang berbeda-beda. Perlu kita pahami bahwa ketika memutuskan untuk berkomunikasi dengan seseorang harus paham tentang kelemahannya. Misalnya : ada orang yang lebih cenderung cuek, sedikit bicara, cerewet, budek, bias dan lain-lain. Apabila kita telah mengerti tentang hal ini, komunikasi dengan diapun jadi lebih luwes dan tepat guna.

  3. Saling percaya.

    Rasa saling percaya yang lahir dari pengalaman dalam integritas dan konsistensi akan membuat hati tetap damai dan tenang dalam berkomunikasi. Segala bentuk keraguan akan menghambat proses komunikasi karena kurang “berterimanya” informasi yang disampaikan. Malahan timbul kata-kata sinis dan praduga tak bersalah.

  4. Kerendahan hati – Jangan sombong. Kerendahan hati adalah jaminan keberlangsungan komunikasi yang continue. Bila kita suka meninggikan diri komunikasi yang kita bangun dengan orang lain akan tersendak-sendak dan cenderung tidak berkembang hingga akhirnya bosan sendiri.
  5. Pertama-tama : menjadi pendengar yang baik.

    Tidak mudah untuk menjadi pendengar yang tanggap. Butuh pengertian dan kesabaran yang tidak sedikit. Dalam hidup ini semuanya bergiliran dan bergantian oleh karena itu kita harus bijak menunggu kesempatan untuk bicara. Sebelum menjadi komunikator yang handal harus lebih dulu betah berlama-lama menjadi pendengar yang baik. Bukankah di dunia ini berlaku hukum tabur tuai : jika kita mau mendengarkan orang lain, suatu saat nanti kitapun akan didengarkan oleh banyak orang. Semua ada waktunya teman.

  6. Temukan moment bersama.

    Menikmati komunikasi itu seperti “cemilan” paling enak dinikmati saat santai bersama. Ciptakan dan bergabunglah dalam kebersamaan lalu berkomunikasi seadanya yang sesekali diiringi tawa dan canda.

  7. Temukan moment asyik.

    Ketika seseorang lagi senang dan asyik melakukan sesuatu, saat itulah kita masuk dan mendekatkan diri dengannya lewat komunikasi. Seperti seorang anak yang didekati pada saat ia lagi asyik melakukan sesuatu (bermain), saat itulah orang tua mengajaknya bicara dan mensugestikan hal-hal positif kepadanya – juga dapat sembari mengelus pundaknya agar kedekatan orang tua dan anak semakin kentara (jelas).

  8. Jangan abaikan kualitas komunikasi.

    Ada waktu dimana kita melakukan sesuatu yang tidak penting. Sekedar untuk tertawa dan lucu-lucuan. Tapi ingat : bila sebagian besar waktu diberikan untuk komunikasi yang tidak penting maka cepat atau lambat hidup kitapun akan “down” dan tidak berkualitas. Sadar atau tidak komunikasi adalah bagian dari sugesti yang secara tidak langsung mengintimidasi dan mendorong kita untuk melakukan hal yang sama seperti yang kita dengar. Berikan waktu untuk “have fun” dengan orang-orang disekitar kita namun jangan berlebihan karena semua ada batas-batasnya.

    Komunikasi yang kita lakukan tidak boleh sembarangan. Seperti kata pepatah “mulutmu harimaumu” artinya jaga lidah selalu dibelakang pikiran. Jangan suka sesumbar yang tidak jelas dan menyikuk sana-sini. Berpikirlah sebelum berkata-kata.

  9. Komunikasi itu ada pasang surutnya – Ada waktu untuk diam.

    Saat situasi lagi tidak memungkinkan lebih baik DIAM saja, akan tetapi saat situasi lagi hangat dan bersahabat, berkomunikasilah sebebas-bebasnya.

    Komunikasi yang indah bukan berarti kita bisa bebas ceplas-ceplos gak karu-karuan. Ingatlah ada waktu dimana kita hanya perlu diam. Sadar atau tidak kata-kata itu seperti “korek api” dan” silet”, siap menyulut api amarah dan bisa melukai dalamnya hati. Oleh karena itu Pergunakanlah dengan bijak. Diam saat diledek, diam saat dibully, diam saat difitnah adalah pilihan cerdas yang membuat hati lebih tenang.

  10. Sombong kepada orang asing.

    Sadar atau tidak komunikasi adalah kunci untuk membuka pintu hati kita. Oleh karena itu hindari berkomunikasi terbuka dengan sembarangan orang apalagi dengan orang asing. Karena kita tidak tau maksud dan tujuan yang tersembunyi dari setiap orang yang berbeda-beda.

    Lewat komunikasi orang lain bisa membuka hati ini, masuk, melunakkan, melemahkan bahkan mencuri apapun yang ia mau. Kejadian seperti ini dapat kita ketahui dengan jelas pada orang yang dihipnotis, orang yang diintimidasi melakukan sesuatu : semuanya ini terjadi karena mudah percaya dan membuka diri pada orang asing. Oleh karena itu sombong kepada orang asing adalah standar jika memang merasa kenal komunikasi bisa di pelihara.

    “Komunikasi dengan orang asing memang ada (sebatas ramah saja) tapi terbatas”. Terkecuali jika anda sudah dewasa dan bisa membedakan apakah orang ini benar-benar tulus atau ada maksud lain yang jahat di dalam hatinya.

  11. Cerdas membaca dan mengerti sikon (situasi dan kondisi) sebelum berkomunikasi.

    Kemampuan ini ditimba dari pengalaman berkomunikasi. Yang penting gunakan prinsip “long life education” agar semakin cerdas membaca sikon sehingga komunikasi yang kita lakukan tepat dan membawa pengaruh bagi orang lain.

  12. Harus siap dengan ujian komunikasi.

    Ujian kehidupan itu selalu terjadi teman. Jangan pernah bersungut-sungut lalu mengeluarkan kata-kata kasar akibat pencobaan yang anda alami. Jangan biarkan ujian kehidupan itu menghancurkanmu akan tetapi jangan juga melawan. Untuk apa anda mencari siapa yang menang dan kalah padahal kenyataannya “yang menang jadi abu sedangkan yang kalahpun jadi arang“. Oleh karena itu hadapi ujian tutur kata dengan santun sambil tetap mengekspresikan sikap yang positif dan tetap ramah.


Temukan PATNER yang tepat untuk berkomunikasi

Pihak yang pantas kita ajak dalam berkomunikasi itu penting. Ini adalah kunci komunikasi sejati. Tanpa kita sadari orang lain bisa membaca kepribadian kita lewat tutur kata. Komunikasi adalah pintu untuk mengenal kehidupan kita yang sebenarnya. Oleh karena itu jangan berkomunikasi pada sembarangan orang. Berikut beberapa pihak yang pantas dibuka jalur interaksi komunikasinya :

A. Komunikasi dinamis.

Komunikasi yang dibuka, dijalankan dan dibangun dari dua arah dimana melibatkan minimal dua orang atau lebih. Komunikasi seperti ini bisa mengarah kemana saja tergantung dari setiap pribadi yang terlibat didalamnya. Komunikasi dinamis dapat ditemukan pada :

1. Teman

Teman itu tidak terbatas. Situasi dan kondisi yang membuat kita dipertemukan. Misalnya disekolah, ditempat kerja, satu kompleks, satu kos dan lain-lain. Sekarang tergantung pendekatan kita, bagaimana ramahnya dan bagaimana kita baik pada orang-orang ini sehingga tanpa disadari kita dianggap teman baik oleh mereka. Satu-satunya kendala saat berkomunikasi dengan teman adalah “mereka belum tahu dengan pasti “siapa diri ini?”. Oleh karena itu “jangan paksa mereka untuk mengerti” karena mereka memang kurang mengerti kebutuhan kita secara pribadi.

2. Sahabat

Sahabat adalah orang-orang yang selalu ada untuk kita, sudah teruji tidak pernah beranjak dari dekat kita sekalipun dalam situasi terburuk. Suka duka kita lalui bersama. Sayang, butuh waktu yang tidak sedikit untuk menemukan sahabat. Mereka juga punya keterbatasan waktu karena punya kehidupan sendiri yang tidak dapat kita halangi dan harus dimengerti.

3.  Keluarga

Keluarga adalah orang terdekat kita oleh karena itu selalu terbuka dan jalin komunikasi yang baik dan berkelanjutan. Hal ini bisa dimulai lewat sapaan dan ramah tamah. Moment kebersamaan mungkin tidak selalu terjadi oleh karena itu manfaatkan moment tersebut untuk saling berbagi informasi dan pengetahuan juga saling menasehati. Sayang kebersamaan dalam keluarga ini sifatnya terbatas oleh ruang dan waktu. Artinya selalu ada waktu dimana keadaan tidak mendukung sanak keluarga tidak ada didekat kita.

4. Tuhan

Rahasia komunikasi indah 24 jam adalah mengenal Tuhan. Tuhan itu tidak dibatasi oleh ruang dan waktu. Memiliki Allah yang selalu dekat dengan kita adalah sebuah keuntungan yang tak terbatas. Disinilah kita mengerti, saat sendiri bisa menjadi indah, saat susah masih tetap damai, saat keadaan kacau masih tetap tenang. Komunikasi dengan Yang Maha Sempurna akan membuat hidup kita selalu berkualitas sekalipun dalam situasi dan kondisi sesulit apapun bahkan jika itupun berubah-ubah dan tidak pasti. Tapi sayang tidak mudah untuk percaya dengan keberadaan Tuhan : butuh belajar, ketekunan, kesabaran dan pengalaman pribadi sampai melihat dan merasakan kuasa-NYA yang dahsyat dalam hidup kita. Tidak mudah menjalin hubungan yang dekat dengan Tuhan, butuh perjuangan dan pengorbanan. Bagaimana bertutur sapa dengan Sang Khalik? Sono belajar agama….

B. Komunikasi abstrak

Komunikasi yang hanya melibatkan satu orang saja sedangkan pihak yang lainnya sudah terskenario. Komunikasi satu arah ini terdiri dari:

  1. Menonton siaran televisi.
    Menonton televisi seperti memanjakan mata dan telinga dengan hal-hal yang wah…. Sadar atau tidak lama-lama kejadian-kejadian itu merasuk dan meresap kedalam hati kita hingga akhirnya kita ingin melakukan hal yang sama. Padahal kenyataannya adalah semuanya itu “all about of drama‘ yang syarat dengan budaya konsumtif yang glamour dan penuh kepalsuan.
  2. Mendengar siaran radio.
    Kebiasaan ini amat menyenangkan terutama saat kita lagi sendiri. Memang sih masih kalah seru dari Televisi. Lebih bermanfaat mendengarkan radio karena kita bisa pilih-pilih chanelnya sesuai dengan kebutuhan sedangkan televisi kebanyakan mengejar “rating” dengan menyuguhkan hal-hal yang aneh-aneh. Makin aneh, makin seru, makin dicari, makin tinggi ratingnya dah.
  3. Menulis.
    Ini kebiasaan saat waktu luang dan melepas penatnya pikiran dari beban-beban kecil yang menggelikan. Menulis…. siapa tau bisa bermanfaat bagi orang lain.
  4. Membaca
    Membaca diakui sebagai jendela dunia. Bayangkan jika kita membaca sebuah buku yang ditulis oleh seorang profesor terkenal. Itu artinya kita memindahkan seluruh ilmu profesornya kedalam pikiran kita. Banyaklah membaca buku agar wawasan kita semakin luas.
  5. Menyanyi.
    Menyanyi adalah menghibur diri sendiri. Ini aktivitas yang tepat saat situasi lagi susah-susahnya. Melepas penat sesaat tanpa memperhatikan kualitas yang penting tidak mengganggu tetangga.
  6. Main Game
    Main game adalah aktivitas komunikasi yang menyenangkan yang bisa dilakukan siapa saja dan dimana saja. Yang penting tau waktu aja. Jangan sampai kebiasaan ini membuat kita melupakan dan meninggalkan kehidupan nyata dan pekerjaan kita oleh karena itu jangan berlebihan.
  7. Surfing di dunia maya – Googling dan Sosmed.
    Ini memang aktifitas yang multi fungsi yang manfaatnya doble-doble. Akan tetapi selalu selektif bergaul didunia maya karena manfaatnya sangat dekat dengan bahayanya.

C. Sarana Komunikasi

  1. Handphone, gadget, tablet, dan lain-lain.
  2. Komputer, laptop, netbook dan lain-lain.
  3. TV.
  4. Radio.
  5. MP3 Player, DVD Player, VCD Player.
  6. Buku dan alat tulis.

Demikian saja teman. Terimakasih.

Simak juga, Cara mengatasi masalah dalam komunikasi


Iklan

10 comments

  1. […] Semua yang abstrak (misalnya kecantikan) memang memberikan kesenangan akan tetapi hanya sesaat saja. Jika keunggulan yang dimiliki bersifat dinamis dan mengikuti sikon maka bahagia yang kita rasakan karena memiliki hal tersebut bersifat terus menerus bahkan sampai akhir hayat.  Cantik itu tidak salah dan jelek juga tidak salah hanya saja rasanya hidup ini lebih berarti dan bermakna apabila kita lebih peduli pada hal-hal yang sejati. Misalnya adalah tutur kata dan perilaku (sifat) yang baik. Selengkapnya, Faktor penyebab tutur kata lebih indah daripada hubungan badan […]

    Suka

  2. […] Tidak etis rasanya kalau kita lebih senang marah ketika mengungkapkan sesuatu. Isi hati harus disampaikan dengan baik bukan dengan emosional. Sebab komunikasi adalah kunci kedekatan dengan orang lain dalam sebuah hubungan yang harmonis. Tidak ada sesuatu apapun yang dapat menggantikan peran komunikasi dalam kehidupan ini. Aktivitas ini mutlak sebab manusia pada hakekatnya tidak pernah sendiri. Komunikasi yang baik juga merupakan aktivitas sosial yang mempererat kerjasama, kesatuan dan persatuan dalam sebuah organisasi. Baca juga, Komunikasi itu lebih indah […]

    Suka

  3. […] Kebutuhan komunikasi adalah mutlak. Menjalin komunikasi yang lancar dengan orang tua (kaum keluarga lainnya) menghindarkan kita untuk menjalin komunikasi dengan orang asing yang belum tentu baik semuanya. Biasanya kalau komunikasi dirumah lancar maka begitu keluar dari rumah diri ini lebih memilih untuk tidak menceritakan masalah dengan orang lain. Curhat kepada orang terdekat lebih meyakinkan daripada meminta pendapat orang asing yang belum kita kenal betul. Selanjutnya, Komunikasi itu indah […]

    Suka

  4. […] Komunikasi memang sangat penting namun kalau berlebihan juga tidak baik adanya. Oleh karena itu anda harus mengimbangi pembelajaran ini dengan turut mengajarkan bidang studi “Berdiam Diri” sehingga ada keseimbangan. Siswa-siswi tahu cara menyampaikan maksud hati kepada orang lain namun mereka juga sangat mengerti bahwa dalam hidup ini ada waktunya untuk diam dan tenggelam dalam diri sendiri (menghayati hidup ini dengan kembali kepada Yang Maha Kuasa). Baca juga, Percakapan yang baik lebih nikmat daripada berhubungan seksual […]

    Suka

Mohon Kritik & Saran, ini hanya blog pribadi tanpa editor

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s