Cara Mengenali Makanan yang Mengandung Bahan kimia Berbahaya

Cara menguji dan mengenali makanan yang mengandung bahan kimia berbahaya bagi kesehatan

Makanan – Jaman sekarang memang edan, yang jahat itu bisa semakin subur, tidak diketahui dan anehnya yang tahupun diam-diam aja. Jika kita berspekulasi, ada banyak hal yang kita temukan, konspirasi dan konspirasi. Tapi sulit dijelaskan karena tidak ada bukti konkrit, nanti dikira fitnah. Oleh karena itu, kita tidak perlu menyebutkan merek ini atau brend itu melainkan ada baiknya kita memperkaya khasanah pengetahuan agar kita bisa terhindar dari hal-hal yang tidak baik.

Uji Makanan sebelum makanan menyisihkanmu

Masih ingat dengan tulisan kemarin tentang seleksi alam. Zaman sekarang ternyata masih berlangsung seleksi alam secara diam-diam namun sangat progresif terjadi disekitar kita. Salah satu agen / objek utama seleksi ini adalah makanan sedangkan yang menjadi subjeknya adalah pengusaha/ pedagang nakal.

Selengkapnya, Seleksi sosial dimasyarakat

Pengaruh bahan kimia berbahaya terhadap kesehatan

Ini dia daftar penyakit yang disebabkan oleh konsumsi bahan kimia berbahaya:

  1. Mulut kering, bibir pecah-pecah, rasa tidak nyaman di daerah mulut (gejala paling awal)
  2. Lidah berjejas seperti tergores dan nyeri.
  3. Gusi meriang seperti sakit gigi tapi bukan sakit gigi : sakitnya sampai ke kepala.
  4. Tenggorokan kering dan perih.
  5. Jantung berdetak cepat : gelisah
  6. Lemah Jantung : jantung koroner
  7. Gagal ginjal
  8. Polip Usus
  9. Dan apabila di konsumsi dalam jangka panjang akan menjadi kanker.

Jika anda mengonsumsi suatu panganan dan ternyata 3 – 4 jam setelah itu rongga mulut terasa panas dan bibir seolah kering padahal anda sudah minum air beberapa gelas : itu tandanya makanan tersebut telah ditambahkan pengawet (boraks dkk). Konsumsi berlanjut dari makanan yang mengandung bahan kimia terlarang akan menyebabkan berbagai macam penyakit metabolis.

Kandungan bahan kimia dalam makanan berbahaya apalagi jika pola penambahannya tidak terkendali karena hidup matinya kita tergantung dari apa yang kita makan. Sehat sakitnya kita tergantung dari apa yang kita masukkan kedalam mulut ini. Aman tidaknya organ tubuh kita tergantung dari makanan yang kita telan. Oleh karena itu KItA HARUS SELEKSI SETIAP PANGANAN YANG HENDAK DI KONSUMSI.

Belajar dari pengawet alami

Secara natural, alam telah menyediakan sistem pengawetan sendiri dengan cara mensterilkan lingkungan sekitar. Cara ini juga dapat direkayasa dan ditiru oleh manusia. Cara alami mengawetkan bahan pangan terdiri dari

  • Lewat proses pengeringan
  • Lewat oksidasi enzim (asam)
  • Lewat proses pendinginan
  • Lewat proses hidrolisis (garam)

Kesegaran makanan

Lamanya Kesegaran masing-masing bahan makanan sangat bergantung pada lingkungan yang mengelilingi makanan tersebut. Rata-rata produk makanan akan mulai mengalami pembusukan pada lingkungan terbuka dalam waktu:

  • Makanan Basah – duabelas sampai dua puluh empat jam (12 – 24 jam)
  • Makanan Kering – satu minggu (7 hari)

Lamanya waktu yang dibutuhkan tergantung dari:

  • Cara pengolahan (proses produksi)
  • Bahan yang ditambahkan dalam proses produksi (pengawet dalam bahan yang ditambahkan)
  • Kondisi Lingkungan (pengemasan dan proses distribusi)

Cara menguji panganan secara natural

Pada bagian ini kita akan membahas beberapa cara mudah dan praktis untuk mengidentifikasi bahan makanan maupun hasil olahan yang mengandung bahan kimia berbahaya.

Uji bau

  • Bau itu alami. Setiap produk panganan menghasilkan bau khas. Biasanya bau ini diperoleh dari tempat panganan tersebut berasal. Misalnya saja :
  • Ikan basah : jika beli ikan dipasar apabila masih segar pasti ada bau-bau amisnya lah. Dari jauh memang tidak tercium bau tersebut akan tetapi coba dekatkan ke hidung anda : pasti terasa amisnya. NB : Jika tidak tercium amisnya pasti ikannya sudah lama di frezzer atau jika tercium bau yang tidak jelas agak menyengat : itu dikasih formalin >> hati-hati.
  • Tahu & Tempe juga punya bau khas (bau kedelai). Apabila tahu yang anda beli dipasar tidak berbau sama-sekali : pantas dicurigai. Atau apabila yang tercium bau menyengat (bila didekatkan ke hidung) – pengawet itu.
  • Contoh selanjutnya anda bisa mengembangkannya sendiri.

Uji rasa

  • Hampir semua bahan kimia meninggalakan rasa pahit dipangkal lidah setelah ditelan.
  • Semanis dan seenak apapun makanan, jika saat ditelan masih meninggalakan rasa pahit pasti telah ditambahkan bahan kimia (pemanis buatan  dkk).
  • Contoh selanjutnya anda bisa mengembangkannya sendiri.

Uji warna

  • Mengetahui kandungan kimia melalui warna dengan ciri-ciri tekstur terang menyala adalah khas pewarna tekstil. Hati-hati pewarna makanan tidak secerah itu. Misalnya ini dalam produk kue dan roti.
  • Warna tidak rata (menyatu) dengan sempurna alias ada gumpalan, jejas atau goroesan yang warnanya lebih padat dari bagian lain.
  • UJI TISSUE – misalnya kue: celup kue tersebut dalam air (1 detik) lalu angkat dan letakkan diatas tissue (Jangan ditekan). Jika warna kue tersebut merembes kedalam tissue, atinya itu warna tidak menyatu dengan kue karena pewarna yang digunakan bukan pewarna makanan melainkan pewarna tekstil (bahan kimia berbahaya).
  • Penambahan pewarna tekstil juga membuat daya tahan makanan dari kuman lebih lama artinya tetap awet dan tidak berbau setelah dibiarkan diruangan terbuka (uji kuman).
  • Contoh selanjutnya anda bisa mengembangkannya sendiri.

Uji (ke) makhluk hidup lain

  • Mengenali makanan berbahaya dengan mahkluk hidup yang dimaksud disini adalah makhluk hidup yang memiliki indra lebih tajam dari manusia. 
  • Ikan basah : dikasih ke kucing. Jika kucing mau melahapnya, artinya ikan tersebut bebas dari bahan kimia berbahaya.
  • Demikian juga dengan gula-gula (candy). Lempar ke sarang semut atau letakkan saja bawah lantai, jika semut menghampiri dan rame-rame berkerumun disekitar panganan artinya menggunakan gula asli. Akan tetapi jika semut hanya mampir saja kemudian meninggalkan panganan tersebut artinya panganan tersebut mengandung gula buatan.
  • Letakkan makanan di luar atau di belakang rumah dan bisa juga di tempat-tempat yang dikerumuni oleh lalat. Serangga jenis ini (lalat kecil, buah, hijau dan yang lainnya) juga dapat mendeteksi keberadaan bahan kimia berbahaya. Produk olahan yang mengandung boraks dan formalin biasanya dijauhi oleh hewan kecil ini.
  • Bahan makanan yang dijual di pinggir jalan (diluar rumah), pasar dan pajak yang lokasinya terbuka lebar tetapi tidak ada lalat hinggap satupun patut dicurigai mengandung boraks dan formalin terkecuali mereka menggunakan wangi-wangian alami untuk menjauhkan serangga ini dari kedainya. Misalnya perasan jeruk nipis, daun pandan, kemangi dan lain-lain.
  • Contoh selanjutnya anda bisa mengembangkannya sendiri.

Uji Mikroorganisme

  • Ini adalah uji yang paling efektif hanya membutuhkan waktu lama (24 jam untuk mengetahuinya).
  • Semua bahan kimia yang ditambahkan dalam makanan akan menghambat pertumbuhan bakteri (misalnya pengawet, pewarna, pewangi) artinya keawetan makanan semakin lama.
  • Semua produk panganan pasti mengandung Mikroorganisme didalamnya atau disekitarnya. Mikroorganisme inilah yang cepat atau lambat akan teraktifasi (hidup) dan memetabolis produk panganan tersebut. Peran bahan kimia mengeblok (menghambat) metabolisme tersebut sehingga tidak terjadi kerukan pada bahan panganan dimaksud.
  • Keberadaan bahan kimia berbahaya dalam panganan dapat didetaksi dari keberadaan kuman yang diamati lewat lamanya waktu pembusukan.
  • Misalnya saja, kita menguji suatu bahan pangan basah (tahu, mie basah). Letakkan pada tempat terbuka tanpa pelindung. Biarkan selama 24 jam. Jika tidak menimbulkan perubahan maka produk tersebut mengandung bahan kimia.
    Perubahan yang dimaksudkan adalah perubahan bau (berbau tidak sedap) yang paling cepat atau bisa juga ber-air seperti lendir (khusus untuk bahan makanan dari umbi-umbian)
    dan yang agak lambat adalah perubahan bentuk (membusuk).
  • Contoh selanjutnya anda bisa mengembangkannya sendiri.

TETAP WASPADA – tapi Jangan terlalu khawatir/ takut berlebih dengan penambahan bahan kimia dalam makanan

  • Jika kita selidiki lebih dalam hampir semua panganan telah terkontaminasi dengan bahan kimia. Mengapa ? “Karena bahan-bahan pembuatan panganan tersebut telah terkontaminasi lebih dulu”.
  • Misalnya dalam pembuatan ikan sambal, telah kita ketahui bersama bahwa cabe hasil pertanian telah terkontaminasi oleh pestisida dan zat kimia inilah yang membuat cabe tersebut tetap tahan selama proses distribusi berhari-hari bahkan sampai 2 minggu.
  • Oleh sebab itu kondisi tubuh yang sehat dan kuat dimana proses netralisir dan pembuangan tetap lancar mutlak dibutuhkan.
  • Jaga kesehatan utamanya kesehatan dan kestabilan darah karena darah adalah agen transportasi dan netralisir utama dalam tubuh. Oleh karena itu, selalu dukung makanan kita dengan herbal alami dari rempah-rempah (selengkapnya diklik saja) yang mampu mengefektifkan kinerja darah sebagai kekuatan sekaligus pemberisih seluruh jaringan tubuh.

    Baca juga, Herbal alami untuk kesehatan

  • Harap untuk selalu mengkonsumsi buah-buahan, setidaknya 2 kali seminggu (hemat) namun jika sanggup tiap hari justru lebih baik. Utamakan mengkonsumsi buah yang kaya akan vitamin C (rasanya asam), seperti jeruk nipis (semua variant jeruk), pisang, pepaya dan lain-lain.

    Selengkapnya, Manfaat jeruk nipis

  • Jaga kesehatan dengan mengkonsumsi makanan yang mengandung serat. Serat berperan sebagai vacum cleaner nabati yang selalu bisa membersihkan setiap wilayah yang dilewatinya termasuk menyerap residu bahan kimia di dinding usus.
  • Olahraga adalah cara pembuangan yang efektif untuk membersihkan kotoran dibawah jaringan kulit.
  • Air adalah agent antitoksin terbesar jumlahnya dalam tubuh. Jangan mau kekurangan air dalam sehari (2 liter per hari)!

Selengkapnya, Cara mengatasi racun kimia dari dalam tubuh

Pengawet masa depan

  • Panganan yang disediakan dalam keadaan kering lebih tahan lama
  • Panganan yang dikondisikan dalam lingkungan kedap udara lebih tahan lama
  • Masalah utama penggunaan bahan kimia sebagai tambahan makanan adalah ketidakmampuan tubuh untuk mencerna zat tersebut sehingga meninggalkan residu dal.am jaringan tubuh yang berpotensi memicu kanker. Oleh karena itu alangkah baiknya jika zat yang ditambahkan kedalam makanan adalah zat organik yang dihasilkan dari proses sintesis bersama bakteri. Apabila zat ini melibatkan bakteri artinya zat yang dihasilkanpun bersifat organik dan dapat dicerna oleh tubuh seluruhnya. Zat ini mirip seperti antibiotik yang dapat membunuh kuman namun tidak menimbulkan efek bagi manusia.

Demikian saja. Terimakasih.

Iklan

5 comments

  1. […] Bahan kimia sintetik beresiko tinggi bagi kesehatan sebab komponen kimiawi yang masuk kedalam tubuh manusia tidak dapat dicerna seluruhnya. Sehingga meninggalkan residu/ sisa yang beresiko menyebabkan gangguan metabolisme, kanker bahkan kematian. Dampak jeleknya semakin tinggi karena bahan sintetik tersebut sebagian besar diolah dari petroleum. Zat ini disinyalir berpotensi mempengaruhi sistem syaraf, reaksi alergi, hingga kecacatan janin bahkan kanker. Simak juga, Tips Mengetahui makanan mengandung bahan berbahaya […]

    Suka

Mohon Kritik & Saran, ini hanya blog pribadi tanpa editor

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s